Posted by : Unknown
Monday, 13 October 2014
Curiga? Mungkin setiap orang tau arti curiga. Curiga itu seperti sebuah sifat yang didalamnya terdapat ketidakpercayaan. Itulah yang aku alami ssekarang ini. Wajar saja bila aku curiga. Tingkah lakumu yang membuat aku curiga. Dari dunia maya sudah terlihat jelas, apa mungkin di dunia nyata lebih parah dari yang aku bayangkan? Ku harap itu tidak terjadi.
Bagaimana mungkin aku tidak curiga. Tingkah lakunya pada
awal bulan agustus saja sudah mulai berubah, tidak seperti yang dulu ku kenal.
Dan sekarang, tingkah lakunya mengingatkanku pada awal bulan agustus. Dia sudah
mulai berani memperhatikan orang lain dari kejauhan. Sungguh malang diriku yang
terus dan selalu menjaga hati dan perasaan ini untuknya.
Terlebih dari semua itu, salah satu yang paling membuatku
kesal. Ketika alasan-alasan mu tak pernah aku gubris. Aku selalu berpikir bahwa
aku salah, salah dalam menilai alasanmu itu. Aku terlalu egois. Seharusnya aku
berpikir dahulu sebelum aku tak menggrubis alasan-alasanmu itu. Tapi apadaya,
ketidak pekaanmu membuatku berpikir untuk tak menggrubis alasanmu.
Setiap malam hatiku selalu berkata “Apakah dia masih
memperdulikanku? Apakah dia masih menjaga hati dan perasaanya buatku?”. Aku tak
mengetahui itu. Aku selalu mencoba untuk tegar. Aku selalu mencoba untuk tidak
berprasangka buruk kepadamu. Tetapi, setelah aku berhasil mengabaikan pikiran
negatif ini. Kamu mulai kembali membuatku berprasangka buruk kepadamu.
Aku tak pernah tahu keinginanmu. Aku selalu mencoba memberi
kabar sesibuk apapun. Aku telah mencoba untuk cuek, tetapi selalu tidak bisa.
Hati kecil ini selalu berkata “Jangan”. Sebab sanngat sulit untuk menahan itu.
Aku akan berusaha membuatmu senang tanpa ada satu alasan pun membuatmu sedih
karena rasa tangis itu dapat membuatmu teriris.
Jangan buat aku terus-terusan curiga kepadamu. “Aku ini
siapa sebenarnya didalam hatimu? Apakah aku penting buatmu?”. Aku akan tetap
sabar, sabar dalam menghadapimu yang tidak pekaan. Ada waktunya semua ini akan
terjawab. Dan merasakan indahnya dari perjalanan kisah kita ini.
Tak ku lupakan doa yang selalu terucap dari hati kecil ini,
“Aku menyayangimu lewat doa({})”.