Posted by : Unknown
Monday, 13 October 2014
Sesuatu yang dipaksakan tidak akan berjalan dengan baik. Begitu pula aku, aku tak akan memaksakanmu untuk peka terhadapku. Tapi aku minta, “Ku mohon, Pekalah”. Sering kata itu terucap dalam hatiku. Aku selalu menyimpan kata-kata itu didalam jauh lubuk hati ini. Tak heran, jika aku sering melamun, membayangkan dirimu. Bagaiman rasanya bila kamu peka kepadaku. Aku selalu berharap, semoga yang aku bayangkan dan yang aku sering katakan didalam hati itu tersampaikan.
Hal yang terkadang sering aku ingat adalah seyummu. Setiap
bangun pagi, aku terbayang akan senyummu. Senyumanmu yang selalu memberikan aku
semangat disetiap pagi walaupun itu hanya ingatan, membayangkan. Ingin sekali
rasanya, kamu memberikan senyumanmu disaat aku terbangun dari tidurku. Oh,
sungguh membuatku benar-benar ingin selalu didekatmu.
Tapi aku terlalu berharap akan sesuatu yang aku inginkan
kepadamu. Apakah aku bisa mendapatkannya? Apakah kamu akan mengabulkan
harapanku? Itu masih tanda tanya?. Aku akan terus memberikan perhatianku
kepadamu. Pernah sesekali aku berharap akan perhatianmu darimu. Tapi kapan?
Mungkin sekarang ini kamu masih sibuk dengan tugas-tugasmu. Akupun mengerti
itu.
Aku akan terus bersabar untuk menunggu perhatian darimu. Dan
aku terus-terus bersabar untuk menunggu perhatian itu datang kembali, seperti
waktu itu.
”Akupun ingin diperhatikan” kata-kata itu sering terucap
pula dalam hatiku. Aku tak bisa memaksakanmu untuk memperhatikanku. Tetapi jika
hati dan perasaanmu ditujukan kepadaku, pasti perhatian itu datang kepadaku,
bukan kepada orang lain.
Aku ingin kamu tetap bersamaku, melalui hari-hari berdua
bersama. Dan yang terlebih menjadi teman sepanjang hidupku, teman terspesial.
“Ana Uhibbuki Fillah({})” status yang pernah aku buat untukmu. Yang berartikan
“AKU SAYANG KAMU KARENA ALLAH({})”. Jadi teringat akan hal yang lalu, aku
pernah berdoa “Ya Allah, sekiranya aku jatuh cinta. Maka jatuhkanlah cintaku
pada seseorang yang melabuhkan cintanya kepada-Mu. Agar bertambah kekuatanku
untuk mencintai-Mu.
Kapan kamu akan peka kepadaku? Kapan aku bisa mendapatkan
kembali perhatianmu?
Semua ini tentang hati dan perasaan ini. Hati dan perasaan ini perlu perhatian dan bujukan, bukan sakit-sakit dan marah-marah terus.
Semua ini tentang hati dan perasaan ini. Hati dan perasaan ini perlu perhatian dan bujukan, bukan sakit-sakit dan marah-marah terus.

This comment has been removed by the author.
ReplyDelete:m:
ReplyDelete